Pilihan EditorPeristiwa terkini
Penghargaan Kontribusi Medis / Dokter Tionghoa Perantauan Chen Ming-chu telah menjaga kesehatan wanita di ujung selatan negara itu selama lebih dari seperempat abad
T
tt26 hari lalu
Ketika berbicara tentang Semenanjung Hengchun, ujung paling selatan Taiwan, selalu terbayang sinar matahari, pantai, dan vitalitas, namun sumber daya medis di sana lebih langka daripada yang dibayangkan. Dr. Chen Ming-chu, seorang dokter kandungan dan ginekologi di Rumah Sakit Kristen Hengchun yang menerima Penghargaan Dedikasi Medis ke-35 untuk 'Dedikasi Medis Individu', pernah menjadi satu-satunya dokter kandungan di seluruh Semenanjung Hengchun selama dua tahun. Ia tidak hanya menangani klinik rawat jalan tetapi juga membantu persalinan dan melakukan operasi, yang akhirnya harus dibayar dengan kesehatannya sendiri hingga harus menjalani cuci darah. Namun, ia tidak menyesal, meyakini bahwa ini adalah kehendak Tuhan dan ia akan terus melayani selama rumah sakit membutuhkannya.
Lahir dari keluarga kaya di Filipina, Dr. Chen terinspirasi oleh kakeknya untuk mengejar kedokteran. Ia menceritakan bagaimana kakeknya sering mengajaknya mengunjungi rumah karyawan, di mana ia melihat orang-orang menderita dan meninggal tanpa akses perawatan medis. Ajaran kakeknya mendorongnya untuk belajar kedokteran dan merawat orang miskin. Ia bahkan sering merelakan gajinya dipotong untuk menutupi biaya pengobatan pasien yang tidak mampu.
Ia datang ke Taiwan mengikuti saran teman dan rekan kerjanya. Hubungannya dengan Rumah Sakit Kristen Hengchun dimulai dari satu panggilan telepon. Selama 26 tahun, ia tetap di sana, sering kali menjadi satu-satunya dokter kandungan, mengandalkan doa untuk bertahan melalui shift 24 jam yang melelahkan. Kelelahan fisik akhirnya menyebabkan gagal ginjal, dan ia telah menjalani cuci darah selama lima tahun.
Meskipun menerima tawaran pekerjaan dengan gaji lebih tinggi di tempat lain, Dr. Chen tetap tinggal karena merasa bertanggung jawab terhadap wanita setempat. Ia khawatir dengan risiko merujuk pasien ke rumah sakit yang jauh di Donggang. Ia tetap berdedikasi kepada pasiennya, bahkan rela berbagi minuman dengan penduduk setempat untuk membujuk mereka melakukan pemeriksaan penting seperti Pap smear. Dedikasinya didorong oleh iman dan rasa tanggung jawab yang mendalam terhadap komunitas.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
0 orang bereaksi