Skip to main content
RtiRtiTalk
Peristiwa terkiniMasuk

[Politik] Forum Pemikiran Global Dibuka, Hsiao Bi-khim Mendorong Pemuda Melampaui Batas Geografis untuk Menghadapi Tantangan

bella@@ 央廣 新聞
bella@@ 央廣 新聞11 jam lalu
Forum Pemikiran Global "GIS Taiwan 2026" dibuka hari ini (29). Wakil Presiden Hsiao Bi-khim dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa tema forum tahun ini adalah "Koneksi dan Melampaui", berfokus pada dua sub-topik akademis: "Regionalisasi Global" (Global Regionalization) dan "Ekonomi Emosional" (Emotional Economy). Beliau berharap kaum muda dapat memanfaatkan platform pertukaran lintas generasi dan lintas disiplin ini dengan baik, melalui pemikiran kritis dan dialog tentang isu-isu kompleks, untuk membangun koneksi mendalam yang melampaui batas geografis dan kesenjangan generasi, serta bersama-sama menghadapi tantangan saat ini dan masa depan. Wakil Presiden Hsiao Bi-khim menghadiri upacara pembukaan "GIS Taiwan 2026 Global Think Tank Forum" pada pagi hari tanggal 29 dan menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris. Beliau menyatakan bahwa tahun ini banyak mahasiswa internasional yang hadir, termasuk para pemuda dari Jepang, Indonesia, Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, dan Paraguay yang berkumpul di Taipei. Beliau selalu percaya bahwa kebesaran suatu negara tidak hanya terletak pada pencapaian pembangunan saat ini, tetapi juga pada semangat, tindakan, dan kemampuan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh generasi penerus. Ketika beliau melihat para mahasiswa berpartisipasi aktif, melanjutkan tradisi baik yang telah berjalan selama 17 tahun ini, beliau merasa sangat yakin dan bangga akan masa depan Taiwan. Wakil Presiden menyebutkan bahwa tema forum tahun ini, "Koneksi dan Melampaui", secara tepat menyentuh inti tantangan dan peluang zaman ini. Seiring dunia mengalami perubahan drastis dan struktur global dibentuk ulang secara mendalam, di tengah lanskap internasional yang semakin terfragmentasi, sub-topik pertama tahun ini, "Regionalisasi Global (Global Regionalization)", secara akurat menunjukkan pergeseran kunci, yang sangat berbeda dari dunia yang beliau pahami saat masih mahasiswa. Wakil Presiden Hsiao lebih lanjut menjelaskan bahwa ketegangan antara integrasi global dan pelestarian lokal bukanlah fenomena baru. Puluhan tahun lalu, penulis Thomas Friedman, yang mengemukakan konsep "Dunia Datar (The World Is Flat)", menggambarkan fenomena ini dalam bukunya "The Lexus and the Olive Tree", menjelaskan kekuatan pendorong untuk mengejar kemakmuran modern yang terglobalisasi, dan keinginan mendalam yang mengakar untuk melindungi identitas dan tradisi lokal yang terus berjuang. Wakil Presiden percaya bahwa saat ini kita memasuki babak baru dan menghadapi tantangan dari transformasi dinamis ini. Meskipun tren globalisasi saat ini mencerminkan dunia yang lebih terpecah, hal itu juga menciptakan peluang bagi negara-negara untuk menemukan kembali pijakan mereka. Bagi Taiwan, perjalanan mengatasi berbagai tantangan bukanlah hambatan bagi globalisasi; sebaliknya, justru menjadi sumber kepercayaan diri saat melangkah ke dunia. Taiwan, sebagai pemimpin dalam teknologi canggih global, memahami bahwa inovasi tidak dapat muncul begitu saja, yang membawa pada sub-topik kedua, "Ekonomi Emosional". Wakil Presiden mengatakan bahwa di era jaringan digital dan kecerdasan buatan yang berkembang pesat, ukuran kemajuan yang sebenarnya terletak pada bagaimana menjembatani kesenjangan antara kemajuan teknologi dan kepedulian kemanusiaan. "Ekonomi Emosional" mengingatkan kita untuk menghubungkan teknologi yang berkembang pesat dengan kebutuhan manusia yang sebenarnya, memastikan bahwa infrastruktur digital yang kita bangun dapat meningkatkan kesejahteraan sosial, melindungi privasi data, dan menumbuhkan komunitas global yang sejati. Wakil Presiden menyatakan bahwa para mahasiswa yang mendalami perubahan dinamis yang kompleks ini dengan sudut pandang unik mereka, menunjukkan kekuatan lunak (soft power), kreativitas, dan pemikiran inovatif generasi mereka. Beliau percaya tidak ada isu yang terlalu kompleks atau mendalam yang tidak dapat diatasi oleh mahasiswa. Terakhir, Wakil Presiden juga mendorong kaum muda dari berbagai negara untuk bertukar pikiran melalui pidato utama, lokakarya, dan diskusi mendalam, memanfaatkan sepenuhnya potensi platform lintas generasi dan lintas disiplin ini, serta membangun koneksi mendalam yang melampaui batas geografis dan kesenjangan generasi, karena saat inilah periode emas dalam hidup untuk memperluas wawasan dan berpartisipasi dalam dunia. (Editor: Song Wanyuan) Sumber Tautan: https://www.rti.org.tw/news?uid=3&pid=217375

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

0 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar