Pilihan EditorPeristiwa terkini
Buku cerita dwibahasa tentang produk pertanian khas Indonesia: Penduduk baru di Yunlin memandu perjalanan kuliner ke Asia Tenggara
T
tt26 hari lalu
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Yunlin hari ini (tanggal 1) merilis buku cerita bergambar dwibahasa berjudul "Hadiah dari Tanah Tropis - Perjalanan Produk Pertanian Indonesia", yang diciptakan bersama oleh 5 imigran baru asal Indonesia. Dengan warna-warna cerah dan goresan halus, buku ini menggambarkan produk pertanian Indonesia yang umum dan kaya akan makna budaya, membawa pembaca berwisata kuliner ke Asia Tenggara.
Acara peluncuran buku cerita bergambar dwibahasa tentang perjalanan produk pertanian Indonesia ini diadakan hari ini di ruang anak-anak lantai 1 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Yunlin, dengan menampilkan pertunjukan tari tradisional Indonesia yang penuh semangat, serta menyediakan makanan khas Indonesia untuk dicicipi.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan bahwa buku cerita bergambar ini merupakan hasil terbaru dari "Klub Membaca dan Mencipta Buku Cerita Bergambar Orang Tua-Anak Imigran Baru" yang telah memasuki tahun ke-11. Melalui gambar dan teks, buku ini mengajak masyarakat untuk memulai dari budaya kuliner guna memahami kekayaan tanah Indonesia dan makna budaya yang beragam.
Wakil Direktur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Chen Shih-hsun, mengatakan bahwa buku cerita bergambar ini diciptakan bersama oleh 5 saudari imigran baru asal Indonesia yaitu Pan Pao-jung, Hsieh Meng-yin, Fang Hsiao-tsui, Chen Na-li, dan Hsu Yu-li, dengan menggunakan warna-warna cerah dan goresan halus untuk menggambarkan produk pertanian Indonesia yang umum namun kaya akan makna budaya.
Chen menunjukkan bahwa buku ini tidak hanya memperkenalkan bakso raksasa (yang biasa disebut "bakso hamil") yang melambangkan berkah dan umur panjang, tetapi juga menyajikan secara hidup perbedaan budaya dan cerita menarik tentang daun singkong, yang sering disalahpahami di Taiwan sebagai "tanaman pakan babi", namun menjadi masakan rumahan di Indonesia. Teks dan gambar ini bukan sekadar catatan kuliner, tetapi juga mencerminkan lanskap spiritual para saudari imigran baru saat mereka berakar di Yunlin.
Sejak tahun 2014, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus bekerja sama dengan Asosiasi Kepedulian Sosial Kabupaten Yunlin untuk mendorong penciptaan buku cerita bergambar bagi orang tua dan anak imigran baru, mendampingi para saudari imigran baru tumbuh dari pembaca menjadi pencipta, mengubah kerinduan akan kampung halaman dan kisah hidup mereka menjadi karya buku cerita bergambar yang menyentuh.
Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?
1 orang bereaksi