Skip to main content
RtiRtiTalk

[Kehidupan] Pasar Taiwan Debut di Dresden, Pesona Pasar Malam Memukau Orang Jerman

bella@@ 央廣 新聞
bella@@ 央廣 新聞22 jam lalu
Ribuan orang membanjiri pasar Taiwan untuk merasakan pesona dan gaya budaya pasar malam Taiwan. Seri acara "Taiwan meets Dresden" (Taiwan Bertemu Dresden) Bulan Budaya Taiwan, yang diselenggarakan bersama oleh Sekolah Bahasa Mandarin Dresden dan Asosiasi Wanita Taiwan Dresden, terus menerima tanggapan antusias. Setelah pemutaran perdana dan seminar film "Mountain Makers" (Pembuat Gunung) pada 4 Juni, acara unggulan kedua, "Pasar Taiwan", diadakan dengan meriah di Festspielhaus Hellerau pada 13 Juni. Dalam waktu kurang dari 4 jam, acara ini menarik lebih dari seribu penduduk Jerman dan diaspora Taiwan untuk datang dan merasakan suasana meriah serta pesona budaya beragam dari pasar malam Taiwan. Acara ini bertema "Pasar Malam Taiwan Siang Hari", menggabungkan masakan khas Taiwan, pengalaman budaya, seni kerajinan tangan, dan seni pertunjukan, dengan tujuan memperkenalkan Taiwan kepada komunitas lokal Jerman melalui cara hidup sehari-hari masyarakat Taiwan. Lokasi acara ramai oleh pengunjung, memancarkan suasana Taiwan yang kental, dan menarik banyak keluarga Jerman untuk datang bersama keluarga mereka. Untuk mempromosikan budaya kuliner Taiwan, Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri tahun ini menugaskan dua koki, Li Jia-qi dan Liao Tai-jun, untuk mendukung acara tersebut. Kedua koki secara pribadi menyiapkan jajanan klasik Taiwan yang paling populer – ayam goreng renyah (xiān sū jī) dan bola ubi (dì guā qiú). Ayam goreng renyah yang harum dan bola ubi yang renyah di luar serta kenyal di dalam menjadi hidangan paling populer hari itu. Setiap stan dipenuhi antrean panjang sejak acara dimulai, dan banyak warga Jerman memuji jajanan pasar malam Taiwan otentik setelah mencicipinya untuk pertama kali. Selain ayam goreng renyah dan bola ubi, pasar ini juga menyajikan gua bao, zongzi, nasi babi kecap (lǔ ròu fàn), bakpao (ròu bāo), nasi ketan (nuò mǐ fàn), kue kacang merah (hóngdòu bǐng), kue nanas (fènglí sū), kue kuning telur (dàn huáng sū), bubble tea, dan berbagai macam jajanan serta minuman khas Taiwan lainnya, yang menyajikan gambaran lengkap keragaman pasar malam Taiwan. Stan-stan sangat diminati, dengan antrean yang membentang tanpa henti, menciptakan salah satu pemandangan paling meriah di Dresden hari itu. Area pengalaman budaya juga menarik banyak pengunjung. Kegiatan seperti kaligrafi, seni potong kertas, membuat miniatur beruang hitam Taiwan dari adonan, mengukir kentang menjadi stempel, bermain yoyo (chè lǐng), dan memancing botol (diào jiǔ píng) memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal budaya tradisional Taiwan melalui interaksi langsung. Musik pop Taiwan diputar di luar ruangan, menambah lapisan kekayaan pada acara tersebut. Duta Besar Ku Ru-sheng dan istri dari Kantor Perwakilan Taipei di Jerman diundang untuk hadir. Selain mengunjungi setiap stan, beliau juga berinteraksi hangat dengan pengunjung dan sukarelawan. Selama acara, Duta Besar Ku secara pribadi menulis karakter Tionghoa "福" (Fu, yang berarti berkah) dalam kaligrafi sebagai hadiah untuk Walikota Dresden, Dirk Hilbert. Walikota Hilbert, ditemani keluarganya, merasakan kehangatan dan pesona budaya Taiwan, dan menyatakan bahwa budaya Taiwan telah berhasil menarik perhatian dan dukungan dari masyarakat lokal Jerman. Duta Besar Ku Ru-sheng mempersembahkan kaligrafi karakter "福" (Fu) kepada Walikota Hilbert (kedua dari kiri). Foto: Kantor Perwakilan Taipei di Jerman. Luo Han-yun, kepala Sekolah Bahasa Mandarin Dresden, menyatakan bahwa di masa depan akan ada lebih banyak profesional dan keluarga Taiwan yang pindah ke negara bagian Saxony, dan Dresden secara bertahap menjadi pusat penting untuk pertukaran antara Taiwan dan Eropa. Oleh karena itu, selain kerja sama industri, pertukaran budaya dan integrasi sosial menjadi lebih krusial. Kepala Sekolah Luo, bersama Zhu Yun-han, presiden Asosiasi Wanita, dan para pemimpin komunitas terkait, bersama-sama merencanakan seri acara "Taiwan meets Dresden". Melalui berbagai format seperti film, musik, tarian, makanan, pasar, dan forum budaya, mereka berharap dapat membangun platform pertukaran antara komunitas Taiwan dan komunitas lokal Jerman. Kegiatan pertukaran budaya yang beragam ini memungkinkan orang Taiwan yang tinggal di luar negeri merasakan kehangatan kampung halaman yang akrab, dan juga memungkinkan anggota komunitas lokal memahami bahwa Taiwan tidak hanya terkenal secara internasional di bidang industri semikonduktor, tetapi juga memiliki warisan budaya yang kaya dan beragam. Acara pasar Taiwan ini telah memungkinkan teman-teman Jerman untuk lebih mengenal Taiwan dari segi rasa, seni, dan budaya, serta merasakan keramahan orang Taiwan dan pesona budaya kuliner mereka. Baca Lebih Lanjut: Film "Mountain Makers" Diputar di Dresden, Mempererat Aliansi Semikonduktor Taiwan dan Saxony, Jerman Sumber Tautan: https://www.rti.org.tw/news?uid=3&pid=214690

Bagaimana perasaan Anda tentang artikel ini?

0 orang bereaksi

Komentar (0)

Belum ada komentar